
Awal kisah kita di mulai dari berkenalan lewat Tiktok saling sapa dan kebetulan juga kita berasal dari daerah yg sama yaitu Blitar. Saat itu saya ingin mencari teman untuk pergi ke gedung balai kota guna keperluan menyewa tempat untuk acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah MWCINU Aichi (organisasi NU salah satu prefektur di Jepang). Awal mula kita saling chatt dan akhirnya untuk pertama kali bertatap muka langsung di stasiun Toyohashi. Stasiun kereta ini menjadi saksi awal pertemuan dua insan. Di situlah mulai timbul benih cinta yang harum semerbak bagaikan taman di surga. Seiring berjalannya waktu kita saling jatuh cinta dan berkomitmen menuju jenjang yg lebih serius.
Tak terasa hubungan asmara kami telah berjalan kurang lebih 2 tahun dan saya bertekad untuk melamar sang pujaan hati. Tentu itu tidaklah mudah. Berbagai rintangan, cobaan dan masalah yg menghadapi datang bertubi-tubi di setiap langkah kami. Akan tetapi, kami tidak menyerah begitu saja. Kami tetap terus maju menghadapi itu semuanya. Setelah mengukir berbagai cerita cinta
dan menghadapi bermacam-macam cobaan yg menguras air mata dan juga menciptakan berjuta tawa, Alhamdulilah atas izin Allah, kami bisa melaksanakan lamaran sederhana secara online di kediaman orang tua calon istri saya.
Bukan hanya karena ingin kita menikah. Tetapi, karena rasa cocok, siap menghadapi manisnya pernikahan dan badai kehidupan bersama hingga akhir hayat hingga akhirnya kami memutuskan untuk menikah di bulan Oktober tahun 2025 ini.